TERSESAT DALAM PELUKAN PENUH NAFSU TUKANG LEDENG DAN REMAJA NAKAL

TERSESAT DALAM PELUKAN PENUH NAFSU TUKANG LEDENG DAN REMAJA NAKAL CERITA DEWASA – Sudah 2 hari ini air dirumahku mati. Aku tidak tahu kenapa, mungkin karena pipa disebrang rumahku. Untung masih ada sisa di bak untukku mandi. Kalau tidak aku pasti uring-uringan ga mandi beberapa hari. Sebenarnya aku sudah mencoba untuk menghubungi petugas PDAM dari 2 hari yang lalu, tapi maksudnya pekerja yang bertugas sedikit karena musim libur, jadi aku diminta bersabar.
Aku dikarunia wajah yang cantik dan tubuh yang seksi. banyak yang mengagumi keindahan dadaku yang berukuran 34 B,apalagi kalo aku pake baju yang kekecilan, pasti mengundang orang untuk melotot kearah dadaku. Selain itu aku punya pantat yang sekal,ditambah lagi dengan kulitku yang putih halus membuat banyak cowo-cowo menelan ludah jika melihatku. aku suka memakai pakaian yang pedek dan ketat untuk dapat memamerkan apa yang aku miliki, dan tentu saja indahnya tubuhku sering dipuji.
Sore itu aku sudah bersiap-siap mau mandi di kamar mandi kamarku. aku ingin hang out ke diskotik buat menghilangkan kepenatan semingu ini kuliah sekalian juga cari cowo imut yang bisa diajak teman. Aku tergolong cewe yang bebas dan kurang suka terikat dalam waktu yang lama.
Setelah pintu kamar kututup, kubuka bajuku dan celanaku, lalu bra dan CD pink ku menyusul terlepas dari badanku. Kurasakan hembusan AC kamar menerpa tubuh telanjangku. Aku bersiap-siap masuk kamar mandi. Aku terkejut saat menatap kamar mandiku. Airnya tinggal sedikit. Sialan…. batinku.
Saya ga mungkin bisa mandi dengan air sedikit seperti itu. Maka kuputuskan untuk menelpon PDAM. Setelah ngobrol lama dan sedikit marah-marah, akhirnya petugas itu mengyakan permintaanku untuk mendatangkan petugasnya yang kebetulan bekerja disekitar rumahku. Dengan sedikit marah kusuruh dia agar cepat.
Sambil menunggu petugas ledeng yang menjanjikannya, aku menyempatkan diri menatap cermin besar di sudut kamarku. Kutatap tubuh telanjangku yang kukugumi. Aku tersenyum bangga akan apa yang kumiliki. Kulit halus, dada yang menantang dan pantat yang sekal. Kujamah dadaku yang putih mulus, Ntah sudah berapa orang yang sudah menjamahnya pikirku.
Tanganku perlahan mengelus bibir vaginaku. Kemaluanku yang masih tampak indah meski sudah pernah masukin penis-penis (bahkan penis yang ukurannya membuat merinding bulu kuduk). Tanpa kusadarai aku mulai mngelus-elus bibir vaginaku. Ntah kenapa libidoku langsung naik. Belum puas aku menuntaskan hasratku, kudengar bel pintu berbunyi. mungkin petugas ledeng. Cepat juga dia batinku.
Segera kuhentikan kegiatanku dan bersiap-siap untuk membukakan pintu. Kuambil daster biru ku yang berdada rendah untuk menutupi tubuh polosku. Aku turun ke bawah untuk membuka pintu. Setelah pintu terbuka nampaklah seorang lelaki berdiri didepan pintu dengan membawa serangkaian alat kerja.
“Sore Non” katanya memandang. Pandangan langsung mengarah kedadaku yang menyembul sedikit dibalik dasterku. Aku sedikit deg-degan manakala dia tahu dibalik dasterku sudah tidak memakai apa-apa lagi.
“Sore juga.Kok lama sih?langsung keatas aja ya. Kran dikamarku mampet,mas. Padahal mau mandi nih”ujarku membahas pembicaraan.
“Ok non, mana yang mau diperbaiki” katanya sambil menikutiku dari belakang. Mungkin sambil berjalan dia pasti menatap pantatku yang bergoyang kesana-kemari. Mungkin dia tahu bahwa aku ga pakai CD dan bra, karena dasterku lumayan tipis. Aku sih cuex aja.
Setelah sampai dikamarku kusuruh dia untuk memeprbaiki kran dikamar mandiku.
“Non tadi mau mandi ya?”tanya
“Iyalah. Kalo ga mana mungkin manggil bapak”jawabku
“emang kenapa?”lanjutku heran.
“Enggak,… Beha dan Celana dalam, non diatas kasur tuh.He..he..jadi pasti mau mandi”Katanya sambil menunjuk kearah kasur tempat bra dan Cdku sambil cengengesan. Mati aku pikirku. Berarti dia tahu dong kalo aku ga pake apa-apa lagi. Tapi perlahan-lahan aku mulai menikmati suasanan ini. Malah ada perasaan senang kala tubuh indahku dikagumi orang lain.
“Ya udah, kenapa emang.Lansung aja kerja”ujarku pura-pura marah.
“Ok..ok..”Katanya sambil membuka bajunya sehingga badannya yang hitam mengkilat terlihat.
“Biar ga basah” katanya sambil melempar bajunya keranjang tempat bra dan Cdku tergeletak.
Baca Juga Cerita Dewasa Lainnya : Klik Disini !
MESUM DENGAN SEKRETARIS DARI BOSKU
Dia mulai bekerja memutar-mutar keran kamar mandiku. Aku menatapnya bekerja. Orangnya sedikit gendut, hal itu kulihat dari lemak yang ada diperutnya. Tapi badangnya cukup tinggi dan berisi. Umurnya sekitar 35 tahun. Dari otot-otot dilengannya saya tahu bahwa dia sering bekerja menggunakan otot.
Ntah kenapa nafsuku mulai naik. Mungkin karena sudah 2 minggu ini tidak ML atau karena masturbasiku yang terhalang tadi. Tiba-tiba Mulai timbul pikiran jorok dikepalaku. bagaimana seandainya kuberikan tubuhku untuk dicicipinya dan aku juga dapat merasakan penisnya.
Aku mulai memikirkan bagaimana cara mendapatkan kesempatan itu. Aku yakin dia tidak akan menolak. Bodoh saja jika ada yang menolak bercinta dengan gadis muda yang cantik dan seksi sepertiku. Apalagi kondisi rumah mendukung, sepi dan sunyi tanpa orang kecuali kami berdua.
Aku lalu berpura-pura mendekati kerahnya dan berdiri dipintu kamar mandi.
“Sudah selesai belum pak” Ujarku sambil pura-pura menunduk dihadapannya. Dia bukannya menjawab malah matanya memelotot kearah rongga dasterku. Aku tahu dadaku hampir setengah keluar.
“Oh..eh..sebentar lagi,non” dia tegang sambil berpura-pura bekerja terus. Tapi sesekali diliriknya ke arahku. Aku semakin menundukkkan tubuhku pura-pura mengerahkan pandangaku ke keran udara yang dipegangnya. Dia terbelalak melihat buah dadaku yang tergantung indah. Malah puting susuku sekilah tersingkap dari balik dasterku. Aku pura-pura tidak memeprhatikannya.
Perlahan-lahan kulihat tangannya bergerak kearah dadaku, dan langsung diremasnya dadaku itu. Aku pura-pura terkejut dan segera berdiri.
“Jangan Kurang terbuka ya , pak. Nanti saya laporkan ke polisi” ucapku pura-pura marah.Dia bukannya takut malah dengan sigap ditanggapkapnya kedua diterima. Lalu dibalikkannya tubuhku hingga aku dipeluknya dari belakang. Aku pura-pura meronta-ronta kala tangan dengan pijatan kasar-remas dadaku. Remasannya cukup keras hingga aku menjerit.
“Hentikan..hentikan…..”teriakku.
“Sudahlah neng. Ga ada maksudnya berontak. Kan non yang mencing-mancing saya”Katanya sambil mengarahkan ciumannnya keleher keanggunanku.
Aku mendesah tertahan saat bibir memagut salah satu titik sensitifku. Libidoku langsung naik. Apalagi tangan mulai meraba-raba paha dan vaginaku yang sudah basah. Aku yang daritadi berpura-pura berontak mulai mendesah-desah. Meyadari aku yang pura-pura berontak membuatnya melepaskanku.
Aku tersenyum genit kearahnya.
“Nakal kamu ya…”ujarnya sambil menyergapku yang berdiri menantang. Dia lalu melumat bibir mungilku dengan bibir yang tebal dan kasar itu. Walaupun nafasnya bau namun canggung sexku membuat lupa akan segalanya, lidahku malah ikut bermain dengan pembohong dengan lidahnya sampai ludah kami bertukar dan meneteskan jaring di sekitar bibir.
Kemudian dia menurunkan dasterku dari kiri dan kanan pundakku sehingga payudaraku terpampang dihadapannya.Dia cukup kaget setelah melihat gumpalan daging yang bulat, besar dengan puting kecoklatan.
“hhmmmm…, susunya tidak terlalu besar, sudah lama bapak tidak merasakan ini,” katanya sambil meremas-remas dadaku. Berbeda dengan awal tadi yang cenderung kasar, kali ini dia dengan lembut menikmati dadaku. Dielus-elusnya sambil putingku dipencet-pencet. Aku hanya memejamkan mata sambil bersandar ke dinding kamar mandi. Kedua payudaraku menjadi bulan-bulanan tangan. Saya menikmatinya.
Mataku terbuka kala kurasakan sebuah benda basah menempel di ujung putingku. Kulihat dia sudah mulai menggunakan mulutnya untuk melumat dadaku.
“Aduh..pak….terus……jilat dadaku…ouhhhh……..”. desahku sambil mengigit bibirku menahan gejolak didadaku.
“Senang ya bapak gigit seperti ini?” katanya sambil menggigit payudara kananku dengan pelan. Aku hanya mengangguk pelan dan semakin kuat mengigit bibiku menikmati nikmatnya. Giginya yang bermain di payudaraku membuatku makin melayang.
“hmmm…sungguh gempal dan padat, kencang sekali susumu…” katanya lagi sambil menarik-narik benda kenyal itu dengan mulutnya. Aku tak bisa berkata apa-apa lagi. Payudaraku merupakan titik paling sensitifku, jadi ketika memepermainkanya, kurasakan darahku mengalir dengan cepat.
Puas mengerjai dadaku dia lalu melepaskan dasterku dari kakiku sehingga aku telanjang total. Matamya terbelalak melihat kepolosanku. Siapa sih yang tidak kagum melihat tubuh telanjang seorang gadis belia sepertiku. Apalagi kesexyan tubuhku kini terpampang jelas.
“Bagus ga, Pak tubuhku pak?” tanyaku sambil mengusap perutku. Dia hanya mengagguk pelan sambil matanya memelotot ke vaginaku. Aku yang memang gila pujian merasa senang sekali karena dia sangat menyukai keindahan tubuhku.
Karena melihat kondisi kamar mandi yang kurang kondusif untuk bercinta maka aku mengajaknya keranjang kamarku. Dia hanya mengikutiku dari belakang. Bra,CD dan bajuku dan juga bajunya yang tadinya terletak diranjangku, kubuang kelantai. Aku lalu naik ke tempat tidur.
Aku ingin memancing nafsunya sekaligus aku ingin melepaskan ke`liaran`ku. Maka kubuat tubuhku menungging kearahnya. Kuarahkan pantatku kearahnya seolah menantang untuk ditampar. Kepalaku kudaratkan dibantal, lalu pantatku kubuat lebih menungging. Posisiku yang menungging seperti itu membuat vaginaku bisa dilihatnya dari tempatnya berdiri. aku ingin melepaskan obsesiku yang telah lama kupendam, dimana aku dengan telanjang bulat memarkan keindahan tubuhku didepan orang lain.
Kupamerkan vaginaku yang ditumbuhi bulu-bulu halus kearahnya. Matanya hampir copot melihat anak gadis berusia 20 tahun, cantik dan seksi menungging telanjang dihadapannya. Hal itu membuatku semakin basah. Walau belum diapap-sakit, tapi aku bisa merasakan kenikmatan yang tiada tara terciptanya bugil seperti ini.
Kugerakkan akustik yang terbengong-bengong melihat kesintalan tubuhku yang siap menjadi santapannya. Seperti orang bodoh dia mendekat perlahan sehingga jarakku dan dia hanya tinggal setengah meter. Dia tidak tahu mau ngapain selain bengong melihat tubuh telanjangku.
“Pak…..”Desahku manja sambl menggigit bibirku kearahnya. Kuelus-elus pantatku sambil sesekali kuarahkan jariku menuduh ke liangku. Aku berusaha menggodanya.
Kutarik tangannya untuk merasakan kehalusan kulit pantatku. Dia lalu mulai meraba-raba pantataku yang putih mulus bak pualam. Dielusnya juga kulit pahaku dengan tangan yang kasar. Kasarnya tangannya sangat kontras dengan pantatku yang lembut. Punggungku pun kemudian menjadi persinggahan tangan. Diraba dan dielusnya punggungku. Bahkan tangnya sesekali turun ke bawah punggungku untuk meremas dadaku yang semakin ranum karena aku menungging. Bagian belakang tubuhku tidak ada yang luput dari rabaannya.
“sempurna sekali kulit,non”. Katanya sabil menampar-nepuk pantatku yang montok.
“Ayo Pak nikmatin aku sepuasmu.Kapan lagi bapak bisa merasakan kenikmatan bercinta dengan gadis muda sepertiku”Ujarku.
Puas meraba sekarang giliran lidahnya yang merasakan kelembutan kulit pantatku. Kurasakan air liurnya dipantatku bagian kanan. Dia menjilat-jilat pantatku dari kanan kekiri. lama kelamaan jilatannya di pantat mulusku semakin turun.. dan akhirnya sampai di kewanitaanku, aku bergetar seperti kestrum listrik saat lidahnya menerobos liang sengamaku.
“Oh….auw…….ohh………….”desahku tertahan. Aku semakin melebarkan pahaku untuk memberikan keleluasaan pada mulut untuk bergerilya. lidahnya bergerak-gerak pembohong di klitorisku. Aku menggigit bantal kala ujung lidahnya masuk semakin ke dalam liang kenikmatanku. Lidahnya bergerak-gerak liar antara kemaluan dan anus, sehingga aku kehilangan kendali. Aku merintih, mendesah bahkan menjerit-jerit merasakan kenikmatan yang tiada taranya.
Tidak berapa lama kemudian akhirnya aku orgasme dengan permainannya di vaginaku.
“oh…h….aku keluar….arrrr……………………..”desahku mewarnai orgasmeku yang pertama.
Dia melepaskan tubuhku, aku menyesali badan hingga telentang diranjang dengan sisa-sisa orgamesku. Kulihat matanya yang masih tak berkeedit menatap tubuh polosku. Kami istirahat sebentar sebelum melanjutkan ronde berikutnya. Dia mendekati kearahku, Dadaku yang naik turun perlahan-lahan dijamahnya. Dielus-elusnya putingku lagi. Hal itu membuat libidoku perlahan-lahan naik lagi.
“Non,sangat cantik saat orgasme kayak gini”Katanya sambil tetap meraba dadaku.
Aku mulai berani, maka kuelus penisnya dari luar. Kurasakan benda bulat padat berada digenggamanku. Walau belum melihat penisnya, tapi aku tahu pasti ukurannya diatas rata-rata. Hal itu membuatku semakin bernafsu. Aku penasaran dengan isi celana dalamnya.
“Pak,buka dong Celananya.Masa aliah sudah bugil total bapak masih pake celana”Rengekku manja.
“Tenang adik manis. Bapak akan buka, dan kamu pasti akan terkejut melihat titit bapak” katanya sambil tersenyum.
Lalu dia membuka celananya sehingga benda dibaliknya kini dapat mengacung dengan gagah dan tegak. Aku menatap takjub pada organ tubuh itu, begitu besar dan berurat aku sudah tidak sabar lagi membungkuk dan mengulumnya.
“Pak sini, saya mau pegang.” Bujukku padanya. Dia lalu mendekat. Kusuruh dia berbaring telentang ditengah kasur. Lalu Kugenggam penis besar itu. Sungguh panjang dan kokoh. Tangan mungilku sangat kontras dengan penisnya. Ukuranya kira-kira lebih dari sejengkal. Kuelus-elus penis itu sambil kukokok-kocok. Dia merem melak menikmati elusan jariku. Baru dielus aja udah merem-melek. Belum tahu aja dia saat merasakan isapanku, batinku.
“Pak.. aku kulum ya.. Pak!” desahku tak tahan lagi ingin mengulum penis itu. Dia hanya mengangguk. Aku mulai menundukkan kepalaku, lalu mendekatkan wajahku ke penisnya. Penisnya tidak terlalu bau sehingga tanpa menunggu lama aku langsung memasukkannya kemulutku. Oohh.. batangnya begitu gemuk dan berdiameter lebar, sehingga akupun harus membuka mulutku selebar-lebarnya agar bisa mamasukkannya.
Kurasakan batangnya bergetar dibibir mungilku. Mulutku yang kecil tidak sanggup menampung seluruh batangnya, masih ada sisia diluar mulutku kira-kira beberap centi lagi, tapi tak kupaksakan. Aku lalu mulai mengisapnya dan memijati buah pelirnya dengan memintanya. Dia mendesah-desah enak menikmati permainanku,
“Ah,non…enak sekali…da pengalaman ya?…ah..ah..” ceracaunya.
“Ehm…ehm….”Hanya itu yang keluar dari mulutku. aku tetap konsentrasi mengoralnya. Dia pasti tidak habis pikir bisa merasakan orak sex dari gadis belia yang cantik sepertiku.
Untuk menaikkan tempo permainan, Kemudian kami mengatur posisi kami sedemikian rupa menjadi gaya 69. Aku naik ke wajahnya sehingga vaginaku tepat didepan mulut. Kemudian aku kembali membungkukkan tubuhku, kuraih benda kesukaanku itu, dalam genggamanku kukocok perlahan sambil menjilatinya. Kugerakkan lidahku menelusuri pelosok batang itu, buah pelirnya kuemut sejenak, lalu jilatanku naik lagi ke titik dimana aku mulai membuka mulut siap menelannya lagi.
Dia kembali mendesah-desah kenikmatan sementara aku juga merasa geli di bawah sana, kurasakan tangan mulai mengelus-elus kulit pantatku. Jarinya tidak tinggal diam. Tak berapa lama kemudian ada gerakan memutar-mutar di dalam liang vaginaku oleh kontraksi. 1 buah dimasukkan lebih ke dalam ke vaginaku sehingga aku makin melayang.
Tak sampai disitu saja jari-jari lain dari tangan yang sama mengelus-elus klitorisku. Dan satu hal yang membuat makin pembohong adalah saat lidahnya juga ikut menjilati vaginaku. Sungguh suatu sensasi yang hebat sekali sampai pinggulku ikut bergoyang menikmatinya, juga semakin bersemangat mengulum penisnya.
Ruangan ini semaki panas saja, dimana terjadi pergumulan antara 2 orang yang berbeda umur dan status berbeda.
“Aku sudah tidak tahan lagi. Ayo pak, entot aku” Pintaku sambil melepas penisnya dari mulutku.
Aku lalu tertidur telentang dengan vaginaku kubuka lebar-lebar siap menerima desakan penisnya. Dia ternyata mengerti, maka perlahan-lahan dia berdiri didepanku. Matanya dengan tajam mengamati daerah di sekitar selangkanganku. Nafas laki-laki itu berburu begitu.
Kemudian diarahkannya penisnya yang sudah tegang itu liangku. Aku memejamkan mata menikmati detik-detik ketika penisnya menerobos vaginaku. Walau bukan yang pertama kali bercinta, tapi Penisnya kesulitan menjebol vaginaku yang masih sempit itu. kepala penisnya yang besar itu menggesek klitoris di liang senggamaku hingga aku merintih kenikmatan. Ia terus berusaha memaksakan keinginannya ke dalam milikku yang memang sudah sangat basah.
Pelahan-lahan benda itu meluncur masuk ke dalam milikku. Dan ketika dengan kasar dia tiba-tiba menekan miliknya seluruhnya amblas ke dalam diriku aku tak kuasa menahan diri untuk tidak memekik. Perasaan luar biasa bercampur sedikit pedih menguasai diriku, hingga badanku mengejang beberapa detik.
“ahh……….ahhh…………..ah……hhhhhhhhhhhhhhhh……” Aku berteriak dengan panjang yang sama seperti pertama kali ada penis memasuki vaginaku. Dia bukannya mengerti malah dengan kecepatan tinggi mulai menggenjotku sehingga aku merasa sakit.
“pak…auw..pelan…….pela….n…….ohh….auw………” teriakku.
Dia tidak menghiraukan bertanya padaku yang meminta dia sedikit lembut. Dia malah dengan brutal menegesek-gesek vaginaku. Kuomeli dia untuk sedikit lebih lembut. Namun dia tidak menghiraukan, vaginaku dipompanya seperti orang kesetanan. Lambat laun rasa sakit mulai hilang digantikan rasa nikmat yang tiada tara.
“Ahh….ahhh……yes….nik….mat…….”desahku mulai bisa menimati kekasarnya.
Aku sungguh tak kuasa untuk tidak merintih setiap dia menggerakkan pantatnya kearahku, mengenal demi mengenal dinding dalam liang senggamaku sungguh membuatku lupa ingatan. Rasa geli, enak dan entah apalagi berbaur ditubuhku membuat pinggulku mengeliat-geliat mengikuti tusukan-tusukannya.
Payudaraku tergonyang-goncang ketas dan kebawah,mengikuti gerakan tubuhku. Saya bisa melihat bagaimana batang penis lelaki itu keluar masuk ke dalam liang kemaluanku. Aku selalu menahan nafas ketika benda itu menusuk ke dalam. Milikku hampir tidak dapat menampung ukuran yang gede itu, dan ini menjadikannya tergila-gila.
“Ohh….nikmat sekali jepitan memekmu”. Katanya….”Mimpi apa aku bisa ngentot dengan gadis cantik sepertimu..ahhh..hhhh”
“ayo,pak sodok terus. Nikmatin tubuhku..ahh..ah..”Jawabku sebisaku.
Aku kemudian menarik tangannya lalu kutempelkan di dadaku. genggaman lalu meremas-remas payudaraku yang bergoyang bebas. Diremasnya dadaku yang kanan dengan tangan kirinya. Aku dapat merasakan puting susuku mulai membeku. Sodokannya yang pembohong serta remasannya didadaku membuat aku merasa vaginaku seperti mau meledak rasanya.
Dalam waktu dua puluh menit saja aku sudah dibuatnya orgasme panjang sementara dia sendiri belum menunjukkan tanda-tanda akan keluar. Aku menjerit tenaga merasakan cairan cintaku mengalir dengan derasnya. Dia masih terus menyodokku hingga orgasmeku semakin panjang.
Lalu dia mengubah posisi dibalikkannya tubuhku hingga nungging dengan kedua lututku bertumpu di atas tempat tidur. Aku yang masih lemas menurut saja apa keinginannya. Blesss……Dia kembali menusukku, tapi kali ini dari belakang, posisi seperti ini membuat sodokannya terasa semakin dalam saja.
Aku mendesah sambil meremas-remas sprei menghayati penisnya yang mulai keluar-masuk.. Sambil menyodokku dia meraih payudaraku yang berputar-ayun. Payudaraku dijadikan pegangannya untuk memacu tubuhku. Kembali kenikmatan yang dirasakan.
Permainannya sungguh membuat terhanyut, dia memulainya dengan genjotan-genjotan pelan, tapi lama-kelamaan sodokannya terasa semakin keras dan kasar sampai tubuhku berguncang dengan hebatnya.Gesekan-gesekan penisnya dengan dinding vaginaku seperti menimbulkan getaran-getaran listrik yang membuat gila. Mataku mebeliak-beliak keenakan. Aku ikut menggoyangkan pantatku sehingga terdengar suara badan kami beradu. Suara springbedku berdenyit-denyit bercampur baur dengan erangan kami.
Tak lama kemudian aku kembali orgasme, tubuhku lemas sekali setelah sebelumnya mengejang hebat, keringatku sudah menetes-netes di kasur. Namun sepertinya dia masih belum selesai, nampaknya penisnya masih tegang. Dia cuman menarik penisnya dan duduk diranjang, lumayan aku bisa beristirahat sebentar karena dia sendiri katanya kecapekan tapi masih belum keluar. Kami menghimpun kembali tenaga yang tercerai-berai.
“Bapak kok belum keluar sih?Padahal saya sudah keluar 3 kali?”tanyaku heran sambil ngos-ngosan.
“Bapak memang punya stamina yang kuat non. Bapak kan pekerja kasar. Jadi tenaga bapak kuat. Jangankan seorang non, 10 orang juga bapak jabanin.he..he..” katanya.
Aku hanya tersenyum. Kemudian aku izin kepadanya untuk mengambil udara dikulkas. Kerongkonganku kering karena teriakan-teriak dari tadi. Aku lalu turun kelantai bawah ke arah dapur. Dengan masih telanjang (karena dirumah tiada siapa-siapa selain kami berdua), aku mendekati lemari es.
Aku menuangkan air dingin dari kulkas dan meminumnya. Lega rasanya saat air bening itu mengalir membasahi mulutku. Setelah menutup pintu kulkas aku membalikkan badan kulihat dia turun dari tangga dan mendekatiku. Aku melihat tubuh telanjangnya, badannya semakin mengkilat karena keringat. Kulirik penisnya masih dalam posisi tegang maksimal.
“Non lanjutin lagi yuk.Bapak sudah tidak tahan lagi”Bujuknya sambil berbaring.
Sambil berkata begitu dia mengelus-elus penisnya. Sungguh aneh membayangkan bapak-bapak gadis mengocok-ngocok penisnya didepan seorang belia. kemudian aku mendekatinya. Saya ingin memuaskannya. Lalu aku aku mendekatkan mulutku kewajahnya, mulut kami mulai saling memagut, lidah kami saling membelit. kugenggam penisnya dan kupijati.
Kurasakan tangannya meraba punggungku. Elusannya mulai turun dari punggungku ke bongkahan pantatku yang lalu dia remasi. Kemudian kuajak dia ke ruang tengah lalu kupersilakan dia duduk di sofa. Aku ingin gaya wanita di atas.
“Sekarang bapak saya yang akan puaskan” Ujarku sambil mendorongnya agar bersandar di sofa. Sofa ruang tamuku ini mengingatkanku akan Alan mantanku. Kami pernah bercinta disini. Bagaimana ya jika dia tahu bahwa sekarang seorang bapak-bapak menikmati tubuhku sama seperti dia menikmati tubuhku juga?
Kemudian kuangkat pantatku dan mengarahkan vaginaku ke penisnya. Kuturunkan tubuhku perlahan-lahan kearaha batangnya yang sudah sangat tegang. Dia memegang penisnya siap menerima jepitan vaginaku. Sedikit demi sedikit aku merasakan ruang vaginaku terisi dan dengan beberapa hentakan masuklah batang itu seluruhnya ke dalamku.
“Pa….k…..k………ohhh………….!” desahku dengan tubuh menegangkan dan mencengkram bahunya. Aku tak berdaya untuk tidak berteriak pelan saat batangnya membelah bibir vaginaku. Sama sepertiku dia juga mendesah menyebut namaku saat penisnya amblas ditelan vaginaku.
“aah……a………hhhhhhhhhhhhhhhh” dia mendesah nikmat.
Kurasakan liangku penuh dan sedikit perih, tapi itu cuma sebentar karena selanjutnya yang terasa hanyalah kenikmatan. secara perlahan-lahan aku menaik-turunkan tubuhku diatas penisnya. Kupacu kejantannya dengan goyanganku. Kadang cepat kadang lambat.
Aku meliuk-liuk diatas batangnya yang besar itu. Aku tiba-tiba menjadi gadis pembohong yang menginginkan kenikmatan. Saya sangat menikmati posisi ini, karena saya bisa mengendalikan permainan. Posisi ini pasti kulakukan jika bercinta dengan pasanganku.
Desahan-desahan nikmat menandai keluar masuknya batangnya. Penis itu terasa menyodok semakin dalam bahkan sepertinya menyentuh dasar rahimku. aku tak rela kalau sensasi ini cepat-cepat berlalu
Dadaku yang sudah menegangkan maksimun terayun-ayun dengan indah dihadapannya. Dia juga mulai membantu menyodok-nyodok penisnya,sehingga kenikmatan yang dirasakan semakin bertambah. Sambil meyodokku dia meremas-remas pantatku. Malah terkadang dia mengangkat pantatku lalu menurunkannya lagi dengan cepat.
“ahh..ahhh…terus pak….puaskan aku……ahhh……” jeritku seiring dengan naik-turunnya tubuhku.
Tubuhku terlonjak-lonjak dan tertekuk menahan persetubuhan yang sensasional ini. Hal itu membuat payudaraku semakin membusung ke arah. Kesempatan ini dimanfaatkan dia dengan baik, dia langsung melumat dadaku yang kanan dengan mulut.
Aku semakin berteriak keras. dengusan nafasnya dan jilatannya membuatku merinding dan bikin terbakar birahi. Kuremas rambutnya dengan kuat. Malah dia semakin menyerangku dengan meremas-remas dadaku yang kiri serta memilin-milin putingnya. 25 menit lamanya kami berpacu dalam gaya demikian. Saling berlomba-lomba mencapai puncak.
Sodokan-sodokannya makin lama makin cepat dan makin berirama. Mulutnya tak henti-hentinya mencupangi payudaraku yang mencuat di depannya, sesekali mulutnya juga mampir di pundak dan leherku. Payudaraku yg padat, kencang dan halus kiri menjadi kemerah-merahan akibat disedot-sedotnya.
Sungguh kenikmatan yang sangat sempurna. (Hal inilah yang membuat ketagihan seks). Tangannya yang tadi lembut mengerayangi dadaku yang kiri, sekarang cenderung kasar. Aku sudah tidak merasakan kekasaran tanganya dan gigi taring yang menggit payudaraku. Yang dirasakan hanya nikmat dan nikmat.
Gesekan-gesekan diliang kewanitaanku serta remasan – remasan di dadaku membuat perlindunganku sebentar lagi akan jebol. Pandanganku kabur dan kurasakan kesadaranku hilang. Akhirnya akupun tak bisa menahan orgasmeku.
“Aaaahhkkkk…a….ku….ke….lu………ar…akhhhhhhhhhhhh!”jeritku bersamaan dengan mengucurnya cairan cintaku diatas penisnya.
Tapi dia belum juga selesai. Dia masih menggoyanggoyangkan tubuhnya. Aku yang sudah lemas hanya bias mengikuti irama goyangnya. Harus kuakui sungguh hebat lelaki seperti dia dapat bertahan begitu lama dan membuat orgasme berkali-kali.Kemudian dengan kejam di dorongnya tubuhku keatas sofa sehingga aku telentang.
Dia lalu naik ke dadaku. Di sana dia menjepitkan penisnya yang sudah licin mengkilap itu di antara kedua payudaraku, lalu dikocoknya. Payudaraku yang besar sanggup menjepit penisnya. Dia mengocok-ngocok penisnya sampai maninya menyempot dengan derasnya membasahi wajah dan dadaku.
Aku sudah kehabisan tenaga, kubiarkan saja maninya berlepotan di tubuhku, bahkan yang mengalir masuk ke mulut pun kutelan sekalian. Kemudian dia menempelkan penisnya pada bibirku dan menyuruhku membersihkannya. Kujilati penis itu sampai bersih dan kutelan sisa-sisa maninya. Setelahnya dia terduduk lemas disofa.
“Terimakasih non Tubuhmu sangat nikmat sekali” katanya puas.
Itulah kisahku dengan tukang ledeng. Pengalamanku dengan para pekerja kejam membuatku rindu saat-saat bercinta dengan mereka. Sejak saat itu aku mulai berpetualang dari pekerja kasar yang satu ke yang lain.
TAMAT
