Thu. Jan 15th, 2026
NAFSU KEMESRAAN ANTARA ABADI MAJIKAN DAN SUPIR PRIBADI
NAFSU KEMESRAAN ANTARA ABADI MAJIKAN DAN SUPIR PRIBADI

NAFSU KEMESRAAN ANTARA ABADI MAJIKAN DAN SUPIR PRIBADI

NAFSU KEMESRAAN ANTARA ABADI MAJIKAN DAN SUPIR PRIBADI

NAFSU KEMESRAAN ANTARA ABADI MAJIKAN DAN SUPIR PRIBADI CERITA DEWASA – Kisah ini adalah kisah nyataku, yang sampai saat ini masih berlanjut antara aku dan pak warso.Pakwarso adalah sopir bribadiku yang sudah lama bekerja di rumahku. Sore itu pak Warso mengantarku ke kantor notaris, karena ada urusan yang harus aku selesaikan kan. Aku duduk di jok belakang, tiba2 saja aku mengamati pak warso yang selama ini menjadi sopir keluargaku.

“hhmmmm…ternyata dia boleh juga, badan dia kekar dan berotot, palagi itu nya yah…pasti nyummi” pikiran pikiran kotor mulai mempermainkan otakku.
“Pak Warso…dah berapa lama sih menikah kok belum punya anak” pancingku

” 16 tahun Bu” jawab nya singkat
” kok lom punya anak…pasti Pak Warso kurang genjotan nya” kataku mulai menjurus
” siapa bilang bu…orang saya paling jago di kasur…istri saya saja kadang minta apun nangis nangis” jawab nya

Aku dan pak warso memang dari dulu suka bicara blak blakan tapi baru kali ini menjelaskan ke soal kasur.
” aahh…G percaya aku pak” jawabku

“apa ibu mau saya kelonin…biar percaya” jawabnya sambil masih menyetir mobil.
ku semkain tidak menentun membayangkan tangan tangan Pak warso lewat tiap inchi pikiran kulit tubuhku.

” nggak ah pak laki laki mah besar di mulut doank…kek tamu tak di undangan…belum juga di suruh masuk udah keluar duluan’ jawab ku sedikit menantang.
” Bu…andai saja Ibu bukan majikan saya, dah dari dulu ibu saya perkosa” jawab nya mengaget kan aku.

Sepulang dari kantor notaris pikiranku masih saja memikirkan kata kata pak Warso
ingin rasanya menikmatin benjolan di balik seleting celana itu.

“pak, tolong belikan ini ya…pake uang bapak dulu deh nanti aku ganti” kataku sambil menyerahkan secarik kertas yang sebenar nya bukan lah catatan belanja melain kan tulisanku menantang dia.
” PAK…AKU TUNGGU SAMPAI DIMANA KAMU BERANI SAMA AKU….KALO MEMANG JANTAN BUKTIKAN” tulisku di kertas itu.

Aku menuju meja makan setelah memberikan catatan kecil pada pak warso, aku duduk di meja makan, yang arahnya membelakangi ruang tamu. Rumah ku selalu rame maklum keponakan dan orang tuaku juga tinggal denganku. Tiba tiba saja aku merasakan tangan kekar menggenggam susuku, meremasnya dengan gemas nya, dan nafas memburu terdengar jelas di telingaku.

” aaahhhh…kamu mau aku entot dimana…katakan…hhhhmmmm….” Sambil terus melumat kupingku dan meremas remas payudaraku yang katanya montok.
” ssshhhh…..aaahhhh pak…terusin pak….nikmat sekali” jawabku sambil mulai merai bibir nya, aku semakin bernafsu ketika tangan pak warso turun keselakanganku. aku semain gila meneima rangsangan itu.

“ooohhhh….hhhhmmmm….terusin pak….ayo pak terusin” ketika tiba tiba aku merasa remasan remasan dia mengendor secara bersamaan menghilangnya dia dari belakangku. Aku kecewa bukan kepalang, aku masuk kamar dan menutup pintu.
Keesok hari nya aku sengaja nggak ngomong apa apa ke pak warso , aku masih marah akibat semalem. dalam perjalanan ke kantor ku aku hanya membisu.

” maafin aku bu, habis situasi nya seperti itu” tiba tiba dia membuka percakapan.
” sudah lah pak, kalo memang nggak bisa muasin orang nggak usah banyak bicara” jawabku ketus
Tapi tiba tiba laju mobil memutar ke arah menjauh dariarah ke kantorku, menuju pinggiran kota.
“mau kemana sih pak, aku bisa telat loh” protesku.

Baca Juga Cerita Dewasa Lainnya : Klik Disini !
PEMBANTU PERAWAN YANG MASIH MULUS

Mobil terus melaju cepat menuju arah utara mendekati area pantai. sepuluh menit kemudian pak warso membelok kan mobil menuju sebuah Hotel. dalam hati aku tersenyum sendiri. Setelah pesan kamar Pak warso membawa mobil masuk ke dalam, dan parkir di depan salah satu kamar. Hotel ini memang bagus karena memiliki kamar sweet yang indah dengan harga yang tak seberapa mahal.

Pak warso membuka pintu mobil, aku pura diam tak menghiraukan dia. Lalu pak warso menarik masuk ke kamar hotel. sesampainya di kamar belum sempat aku berbicara, pak warso telah memelukku erat dan menciumiku dengan penuh nafsu.

” aaahhh…pak….ooohhhh…” desah ku sambil membalas kecupan kecupannya, lidah pakwarso bermain utama di rongga mulutku.
” sekarang kau boleh meminta apapun yang kamu mau, aaaaahhh…aku sudah lama ingin mencumbu mu” kata pak warso di sela sela ciuman nya.

Tangan pak warso dengan kasar meremas kedua bukit kembarku, remasan yang kasar semakin membuat aku gila, tubuhku meliuk bagai kan penari yang gemulai.
Tangan pak warso mulai turun melewati perut ku …meraba pantat ku yang padat berisi.

” Bu….aaaahhh…aku sudah lama menanti saat seperti ini…ssshhh….aaahhhh….aku akan puas kan kamu ” ceracau pak warso sambil etrus menciumiku. ciuman itu turun ke bagian dadaku, sementara tangan kanan pak warso mulai berpura-pura di balik rok spanku.

“Ooohhh….pak …ssshhhh…terus pak..puas kan aku hari ini” ceracauku
” hari ini aku milik mu pak…aaahhh….terus pak…terus…” kata kata yang tak terkendali keluar begitu saja.
Pak warso membuka satu persatu kemeja kerjaku, dan melepaskan rokku dan melemparnya begitu saja. aku di dorongnya ke dinding.

masih dengan beringas nya pak warso menciumi, menciumi payudaraku, yang masih terbungkus bra, aku mengeliat geliat tak karuan.
” Bu…kamu begitu cantik, tubuh mu begitu indah…aku ingin menikmati tubuh indah mu ini” celoteh pakwarso, sambil tangannya membuka pengait braku, seketika itu payudaraku yang montok menjadi sasaran lidah pak warso.

“terus pak…isep pak…isep terus…gigit…gigit puting nya pak” cercau ku
” OOohhh…indah nya….aaahhh…nikmat nya susu kamu bu”
” ayo pak …cepet pak nikmatin tubuhku ini…isep susuku yang montok ini”

“aahhhkk….oooohhhh….” aku memekik ketika pak warso tiba tiba sajamenyentuh bagian yang paling sensitif itu.
Tangan pak warso mengelus elus memekku yang sudah basah.
” pak…terus ..aaahhh…masukin jari nya pak ..ayo pak..” aku memohon padanya

Pak warso jongkok di depanku, menarik pahaku kananku dan menaruhnya di pundaknya, kemudian pak warso menjilati memekku dengan rakus nya.

” ooohhh…pak…oh yah…ahhhh…terus pak…terus pak masukin lidah nya yang dalam pak”
” hhmmm….enak nya memek mu Bu…ahhh…ini itil nya ya bu…aku isepin ya sayang” kata pak warso.
” iya pak…isep pak..isep pak…terus pak “

” ooohhhhhh……….aaaaaahhhhhh….aaaaahhh….ahhhh…pak aku…aku…oohh…paaaak ..aku…” dengan menghentak hentak kan pinggulku Menerima menekan kua kuat kepala pak warso, tubuhku kejang kakiku gemetar, bagaikan mengeluarkan bongkahan batu yang teramat berat dri dalam rahimku.

aku mencapai orgasme yang pertama, kaki ku masih gemetar, pak warso tau aku tak bisa berdiri, dia membopongku keranjang. Kemudian dia menelpon room service memesan jus jeruk kesukaanku.
Pak warso kembali menciumiku, melumat bibirku, kembali aku di permainkan nafsuku,kali ini aku lebih agresif, kubalas mencium pak warso dan menerima mengelus pundak pak warso.

ciumanku merambat ketelinga pak warso, kusapu habis telinga pak warso dengan lidah ku, kemudian menciumku turun ke leher pak warso. Pak warso mendesah.
” aaahh…terusin sayang ciumi aku sampai kau puas” ceracau nya
tangan pak warso mempermainkan payudaraku, meremas dan memilin putingnya yang mulai menegang.

Tanganku mulai berpindah ke ikat pinggang pak warso, segera saja aku buka ikan pinggang itu dan menurun kan celana panjang pak warso. terlihat jelas benjolan di balik celana dalam itu.
Aku berjongkong di depan pak warso, perlahan ku turun kan celana dalam itu dan….wow besar nya, gumam ku.aku mengulum batang pak warso yang keras bak gada besi.

” ooohhhh….terus isep sayang…yah …yah…ohhh…aaahhhh ” pak warso mengerang
” aaaahhh…..terus sayang kulum habis titit ku…aaahhhh “
aku mengulum terus memain kan lidah ku di ujung nya yang merah mengkilat, dan menusuk nusuk kan lidah ku ke lubang yang imut itu.

” eeemmmm….pak …aaahhh titit bapak nyumi sekali” desahku, sambil terus mengocok batang pak warso dengan bibirku, ku isep dan ku mainkan buah pelir yang menggelantung itu.
“aaaahhhh…..aaahhhh….” pak warso mendesah desah ketika aku menghisap buah peler nya.

Pak warso menarik bahuku, dan mendorong tubuhku ke kasur, aku telungkup di kasur , dengan posisi setengah badan di kasur dan kaki ku menjuntai ke lantai.
Pak warso menarik ke duah kakiku agar melebar pak warso kemudian sedikit menurun kan badan nya, memukul mukul kan batang itu ke bongkohan pantat ku.

” aaahhh…pak ….ayo pak …aku sudah tidak tahan jangan permain kan aku pak” kata ku menghiba.
pak warso membalik kan badanku , kemudian pak warso mennusuk kan gada yang merah itu ke lubang vaginaku.
” aaahhhkkkk….pak sakit pak…sakit…” teriak ku sata titit bear tu mencoba menyeruak masuk, aku mendorong kaki pak warso dengan kaki ku agar menjauh.

pak warso lalu jongkok di depan vaginaku, dan menyapu bibir vagina itu dengan lidahnya.
” aaahhh…pak …oooohhhh….terus pak…terusin pak…”
” aku masukin lagi ya sayang” kata pak warso
aku tidak menjawab aku hanya menanti batang itu masuk ke memekku yang sudah lapar dan haus akan kenikmatan itu.

” aaaahhhhkkkk….pelan pelan pak…aduh…sakit pak…sakit…” rintihku
pakwarso dengan perlahan dan pasti menusukkan titit besar itu ke memekku.
” ooohhh sayang…sempit sekali…seperti punya perawan…aaahhh “
Kontol itu masuk keseluruhan pak warso diam sejenak , menunggu agar memek basahku bisa menerima titah yang besar itu.

” yah pak…iyah…iyah…terus pak ..terus…masukin yang ke dalam pak terus…ooohhh”
” sayang memek kamu nikmati sekali….memek kamu sungguh nikmat…aku akan entot kamu sayang…aku akan memuaskan kamu” oceh pak warso
” ooohhh pak terusin pak…kontol bapak besar dan nikmat….oh ya…yah..yah…” ceracauku diantara sodokan sodokan titit pak warso.

pak warso menarik titit nya dan memintaku turun ke lantai yang beralaskan selimut, dia memintaku nungging. pak warso membungkukkan bandannya dan menciumi pantatku, kemudian dia melebarkan bongkohan pantatku. lidah pak warso menyapu anusku.

” aahhkkk…pak…ooohhh….terus kan pak…iyah…jilati pak..ayo jilati terus anusku pak”
” eemmm…nikmat nya sayang…aku amat suka anus kamu yang indah ini” kata pak warso

Kemudian pak warso berdiri dan mulai menusuk nusuk kan titit nya, kenikmatan tiada tara membawa aku meliuk dan bergoyang mengikuti sodokan demi sodokan dari titit pak warso.

‘ ayo pak…yang keras pak..yang keras…ooohhh …aaahhh”
” pak aku mau keluar pak…aaahhh…ayo pak cepetan pak…yang kenceng pak terus pak sodok memek aku pak…entot yang kuat pak …ayo pak.” ceracau ku
” iya sayang aku juga mau keluar…aaahhh…”

” pak…oooohhhh….aaahhhh aku kelu…ak..aku…akukeluar paaak” dengan hentakan keras ke belakangdan pak warso dengan hentakan keras kedepan aku merasakan seolah-olah titit itu menembus anusku.
” aaahhhhhh……..sayang….ooooohhhhh….oooohhhhh” erang pak warso yang di iringi semburan hanggat di vaginaku.
kami berdua ambruk di lantai…menikmati sisa sisa kenikmatan sorga dunia itu.

TAMAT

GOYANGAN18PLUS