Thu. Jan 15th, 2026
KENIKMATAN NGENTOT DENGAN ABG SMU
KENIKMATAN NGENTOT DENGAN ABG SMU

KENIKMATAN NGENTOT DENGAN ABG SMU

KENIKMATAN NGENTOT DENGAN ABG SMU

KENIKMATAN NGENTOT DENGAN ABG SMU CERITA SEX – Pada tahun 1994 saya tercatat sebagai siswa baru di SMUN 2 pada waktu itu sebagai siswa baru, yah.. acara sekolahan biasa saja masuk pagi pulang sekitar jam 14:00 sampai pada akhirnya saya dikenalkan oleh teman seorang gadis yang ternyata itu sekolah juga di dekat sekolah saya yaitu di SMPN 3.

Kami saling menjabat tangan, gadis itu masih malu agak-malu, saya lihat juga gadis itu Tingginya hanya sekitar 158 cm dan mempunyai dada yang memang terlihat lebih besar dari anak seumurnya sekitar 34B (kalau tidak salah umurnya 14 tahun), mempunyai wajah yang manis banget dan kulit walaupun tidak terlalu putih tapi sangat mulus, (sekedar info tinggi saya 165 cm dan ketika umur waktu itu 16 tahun), saya berkata siapa namamu?, dia jawab L—- (edited), setelah akhirnya kami saling memberikan nomor telepon masing-masing, besoknya setelah saling telepon dan berkenalan akhirnya kami berdua janji keluar besok harinya jalan pertama sekaligus cinta pertama saya membuat saya deg-degan tetapi namanya lelaki yah.., jalan terus dong.

Akhirnya malam harinya sekitar jam 19.00 saya telah berdiri didepan rumahnya sambil mengetuk pagarnya tidak lama setelah itu L—-muncul dari balik pintu sambil tersenyum manis sekali dia mengenakan kaos ketat dan rok yang kira-kira panjangnya hampir mencapai lutut berwarna hitam.
Saya bertanya, “Mana ortu kamu..”, dia bilang kalau di rumah itu dia hanya tinggal bersama papanya dan pembantunya, sedangkan kalau kakaknya dan mamanya di kota lain.
“Oohh jawab saya,” saya tanya lagi “Terus Papa kamu mana?” dia jawab kalau Papa lagi keluar ada rapat lain di hotel (papanya seorang pejabat kira-kira setingkat dengan wagub) jadi saat itu juga kami langsung jalan naik motorku dan tanpa disuruHpun dia langsung memeluk dari belakang, penis saya selama jalan-jalan langsung tegang, habis dada dia begitu kenyal terasa di belakangku seakan-akan memijit-mijit belakangku (motor waktu itu sangat mendukung, yaitu RGR).

Setelah keliling kota dan singgah makan di tempat makan kami langsung pulang ke rumahnya setelah tiba saya lihat rumahnya masih sepi mobil papanya belum datang.
Tiba-tiba dia berkata “Masuk yuk!, Papa saya kayaknya belum datang”. Akhirnya setelah menaruh motor saya langsung mengikuti dari belakang saya langsung melihat pantatnya yang lenggak-lenggok berjalan di depanku, saya lihat jam ternyata sudah pukul 21.30, setiba di dalam rumahnya saya lihat tidak ada orang saya bilang “Pembantu kamu mana?”, dia bilang kalau kamar pembantu itu terpisah dari bangunan utama rumah ini agak jauh ke belakang.
“oohh..”, jawabku.
Saya bertanya lagi, “jadi kalau sudah bukakan kamu pintu pembantu kamu langsung pergi ke belakang?”, dia jawab iya.
“Terus Papa kamu yang bukain siapa..”
“Saya..” jawabnya.
“Kira-kira Papa kamu pulang jam berapa sih..”, tanya saya. Dia bilang paling cepat juga jam 24.00. (Langsung saja pikiranku ngeres banget)
Saya tanya lagi “Kamu memang mau jadi pacar saya..”.
Dia bilang “Iya..”.
Lalu aku bilang, “kalau gitu sini dong dekat-dekat saya..”, belum sampai pantatnya duduk di kursi sebelahku, langsung saya tarik ke dalam pelukanku dan mengulum membungkuk, dia kaget sekali tapi belum sampai ngomong apa-apa langsung memegang payudaranya yang benar-benar besar itu sambil saya remas-remas dengan kuat sekali (habis sudah kebelet) diapun mengeluh “Ohh.., oohh sakit”. katanya.


Baca Juga Cerita Dewasa Lainnya : Klik Disini !
KARENA SI TANTE AKU KETAGIAN SEKS


Saya langsung mengulum pendengaran sambil berbisik, “Tahan sedikit yah..”, dia hanya mengangguk. Payudaranya saya remas dengan kedua ciuman sambil bibir saya jilati mengingatkan, kemudian pindah ke bibir langsung saya lumat-lumat ciuman yang agak seksi itu, kamipun berpagutan saling membenamkan lidah kami masing-masing. Penis saya langsung saya rasakan menegangkan dengan kerasnya. Saya mengambil tangan kirinya dan menuntun memegang penisku dibalik celana saya, dia hanya menurut saja, lalu saya suruh untuk meremasnya. Begitu dia kembali, saya langsung mengeluh panjang, “Uuhh.., terima kasih sayang”, kata saya.

“Teruss..”, dengan agak keras kedua diterima langsung mengangkat kaos yang dia kenakan dan membenamkan muka saya di antara payudaranya, tapi masih terhalang BH-nya saya jilati payudaranya sambil saya gigit-gigit kecil di sekitar payudaranya, “aahh.., aahh”. Diapun mendesis panjang tanpa melepas BH-nya saya langsung mengangkat BH-nya sehingga BH-nya berada di atas payudaranya, sungguh pemandangan yang sangat menakjubkan, dia mempunyai payudara yang besar dan puting yang berwarna kemerahan dan menjulang keluar kira-kira 1/2 cm dan keras, (selama saya main cewek baruku tahu sekarang bahwa tidak semua perempuan nanti menyusui baru keluar putingnya). Saya jilat kedua payudaranya sambil saya gigit dengan keras putingnya. Dia pun mengeluh sambil sedikit marah. “Aahh.., sakkiitt..”, tapi aku tidak ambil pusing tetap aku gigit dengan keras. Akhirnya diapun langsung berdiri sambil sedikit memelotot saya.

Sekarang payudara dia berada tepat di depan wajah saya. Sambil aku memandangi wajahnya yang sedikit marah, keduanya langsung meremas kedua payudaranya dengan lembut. Diapun kembali mendesis, “Ahh.., aahh..”, kemudian saya tarik payudaranya dekat ke wajah saya sambil saya gigit pelan-pelan. Diapun memeluk kepalaku tapi tanganku tepiskan. Sekelebat mata saya menangkap bahwa pintu ruang tamunya belum tertutup saya pun menyuruh dia untuk menutup pintunya, dia pun mengangguk sambil berjalan kecil dia pergi menutup pintu dengan mengendap-endap karena bajunya tetap terangkat sambil menampilkan kedua bukit kembarnya yang membuat hati siapa saja akan lemas melihat payudara yang seperti itu.

Setelah mengunci pintu dia pun kembali berjalan menuju saya. Saya pun langsung menyambutnya dengan memegang kembali kedua payudaranya dengan kedua tangan saya tapi tetap dalam keadaan berdiri saya jilati kembali payudaranya. Setelah puas mulut saya pun turun ke perut dan tangan saya pelan-pelan saya turunkan menuju liang senggamanya sambil terus menjilati lendir sesekali mengisap puting payudaranya. Tangan sayapun menggosok-gosok selangkangannya langsung saya angkat pelan-pelan rok yang dia kenakan terlihatlah pahanya yang mulus sekali dan CD-nya yang berwarna putih saya remas-remas liang kewanitaannya dengan terburu-buru, dia pun makin keras mendesis, “aahh.., aakkhh.. ohh.., nikmat sekali..”, dengan pelan-pelan saya turunkan CDnya sambil saya tunggu reaksinya tetapi ternyata dia hanya diam saja, (tiba-tiba di kepala muncul tanda setan).
Terlihatnya liang kewanitaannya yang ditumbuhi bulu-bulu tapi sangat sedikit. Sayapun menjilatinya dengan penuh nafsu, diapun makin berteriak, “Aakkhh.., akkhh.., lagi.., lagii..”.

Setelah puas sayapun menyuruhnya duduk di lantai sambil saya membuka kancing celanaku dan saya turunkan sampai lutut terlihatlah CD-ku, saya tuntun tangan untuk mengelus penis saya yang sudah sangat tegang sehingga menyerupai mau loncat dari CD-ku. Diapun mengelusnya terus mulai memegangi penisku. Saya turunkan CD-ku maka penis saya langsung berkelebat keluar hampir mengenai mukanya. Diapun kaget sambil melotot melihat penis saya yang mempunyai ukuran lumayan besar (diameter 3 cm dan panjang kira-kira 15 cm) saya menyuruhnya untuk melepaskan kaos yang dia kenakan dan roknya juga seperti dipangut dia menurut saja apa yang suruh saya lakukan. Dengan terburu-buru saya pun melepas semua baju saya dan celana saya kemudian karena dia duduk dilantai sedangkan saya dikursi, saya tuntun penis saya ke wajahnya dia pun hanya melihatnya saja. Saya suruh untuk membuka mulut tapi kayaknya dia ragu-ragu.

Setengah memaksa, saya tarik kepalanya akhirnya penisku masuk juga ke dalam mulut dengan perlahan dia mulai menjilati penis saya, langsung saya berteriak pelan, “Aakkhh.., aakkhh..”, sambil ikut membantu dia memaju-mundurkan penis saya di dalam mulut. “aakk.., akk.., selamat sayyaangg..”. Setelah agak lama akhirnya saya suruh berdiri dan melepaskan CD-nya tapi muncul keraguan di wajahnya sedikit gombal akhirnya CD dan BH-nya dia lepaskan juga maka telanjanglah dia depanku sambil berdiri. Sayapun tak mau ketinggalan saya langsung berdiri dan langsung melepas CD-ya. Saya langsung menubruknya sambil menjilati wajahnya dan tangan saya meremas-remas kedua payudaranya yang putingnya sudah semakin tegang, diapun mendesis, “Aahh.., aahh.., aahh.., aahh”, sewaktu tangan kananku saya turunkan ke liang kemaluannya dan memainkan jari-jariku di sana.

Setelah agak lama baru saya sadar bahwa jari saya telah basah. Saya pun menyuruhnya untuk membelakangiku dan saya menyiapkan penis saya. Saya menggenggam penis saya menuju liang senggamanya dari belakang. Saya sodok pelan-pelan tapi tidak mau masuk-masuk saya sodok lagi terus hingga dia pun terdorong ke dinding tanganpun berpangku pada dinding sambil mendengar dia mendesis, “Aahh.., ssaayaa..,.ssaayaangg.., kaammuu..”, sayapun terus menyodok dari belakang. Mungkin karena kering penis saya tidak mau masuk-masuk juga saya angkat penis saya lalu saya ludahi tangan saya banyak-banyak dan saya oleskan pada kepala penissaya dan batangnya dia hanya memperhatikan dengan mata sayu setelah itu. Saya genggam penis saya menuju liang senggamanya kembali. Pelan-pelan saya cari dulu lubangnya begitu saya menyentuh lubang kemaluannya dia pun langsung mendesis kembali, “Ahh.., aahh..”, saya tuntun penis saya menuju lubang senggamanya itu tapi saya merasakan baru masuk kepalanya saja diapun langsung menegang tapi saya sudah tidak peduli lagi. Dengan satu hentakan yang keras saya sodok kuat-kuat lalu saya rasa penis saya seperti menyobek sesuatu maka langsung saja dia berontak sambil berteriak setengah menangis, “Ssaakkiitt..”. Saya rasakan penis saya sepertinya dijepit oleh dia keras sekali hingga kejantanan saya terasa seperti lecet di dalam kewanitaannya. Saya lalu bertahan dalam posisi saya dan mulai kembali menyiuminya sambil berkata “Tahann.. sayang… cuman sebentar kok..”

Saya memegang kembali payudaranya dari belakang sambil saya remas-remas secara perlahan dan mulut saya menjilati belakangnya lalu membacakan dan semua yang bisa dijangkau oleh mulut saya agak lama. Kemudian dia mulai mendesis kembali menikmati ciuman saya di badan dan remasan tangan saya di payudaranya, “Ahh.., aahh.., ahh.., kamu sayang sama lakukan?” dia berkata sambil melihat kepada saya dengan wajah yang penuh pengharapan. Saya hanya menganggukkan kepala padahal saya lagi sedang menikmati penis saya di dalam liang kewanitaannya yang sangat nikmat sekali seolah-olah saya lagi berada di suatu tempat yang disebut surga. “Enak sayang?”, kataku. Dia hanya mengangguk pelan sambil tetap mengeluarkan suara-suara kenikmatan, “Aahh.., aahh..” lalu saya mulai bekerja, saya tarik pelan-pelan penis saya lalu saya majukan lagi tarik lagi majukan lagi dia pun makin keras mendesis, “Aahh.., ahh.., ahhkkhh..” ketika saya merasakan bahwa dia sudah tidak membantu lagi saya pun mengeluar-masukkan penis saya dengan cepat dia pun semakin melenguh menikmati semua yang saya perbuat pada dirinya sambil terus-meremas payudaranya yang besar itu. Dia berteriak “Sayaa mauu keeluuarr..”.
Sayapun berkata “aahhkkssaayyaanggkkuu..”, saya langsung saja sodok dengan lebih keras lagi sampai-sampai saya merasakan sentuhan dasar dari liang senggamanya tapi saya benar-benar kesetanan tidak peduli lagi dengan suara-suara, “Ahh.., aahh.., ahh.., akkhh.., akkhh.., truss” langsung dia bilang “Sayyaa kkeelluuaarr.., akkhh.., akhh..”, tiba-tiba dia mau jatuh tapi saya tahan dengan tangan saya. Saya pegang pinggulnya dengan kedua tangan saya sambil saya kocok penis saya lebih cepat lagi, “Akkhh.., akkhh.., ssaayyaa mauu.., kkeelluuaarr.., akkhh..”, pegangan saya di pinggulnya saya lepaskan dan langsung saja dia terjatuh terkulai lemas.

Dari penis saya menyemprotkan air mani sebanyak-banyaknya, “Ccroott.., croott.., ccrroott.., akkhh.., akkhh..”, saya melihat air mani saya sebagian membasahi seluruh tubuh dan rambutnya, “Akhh.., thanks sayangkuu..”, sambil memeluk saya cium pipinya sambil saya suruh jilat lagi penisku. Diapun menjilatinya sampai bersih. Setelah itu saya bilang pakai pakaian kamu dengan malas dia berdiri mengambil bajunya dan memakainya kembali.

Setelah kami berdua selesai saya mengecup lingkungannya sambil berkata, “Saya pulang dulu yah sampai besok sayang..!”. Dia hanya mengangguk tidak berkata-kata lagi mungkin lemas mungkin tidak tahu ahh. Saya lihat jam saya sudah menunjukkan jam 23.35, saya pulang dengan sejuta kenikmatan.

 

GOYANGAN18PLUS