BERCINTA DENGAN IBU KOS YANG KESEPIAN

BERCINTA DENGAN IBU KOS YANG KESEPIAN CERITA DEWASA – Perkenalkan nama ku Piter, aku masih dalam jenjang kuliah sebagai mahasiswa Kedokteran di Kota Bandung tahun 2024. Kejadiannya sendiri akan kuceritakan seadanya dan tidak ku pelintir sedikitpun, tetapi identitas tokoh dan lokasi aku ubah untuk menjaga privasi mereka yang terlibat.
Menginjak tahun kedua kuliah, Aku bermaksud pindah tempat kos yang lebih baik. Biasanya, mahasiswa tahun pertama pasti dapat tempat kos yang asal-asalan. Baru tahun berikutnya mereka bisa mendapatkan tempat kos yang lebih sesuai selera dan kebutuhan. Setelah berburu yang cukup melelahkan akhirnya Aku mendapatkan tempat kos yang cukup nyaman di daerah Dago Utara.
Untuk ukuran Bandung sekalipun, daerah ini termasuk sangat dingin apalagi di waktu malam. Kamar kosku berupa paviliun yang terpisah dari rumah utama. Ada 2 kamar, yang bagian depan diisi oleh Sahat, mahasiswa kedokteran yang kutu buku dan rada cuek. Aku sendiri dapat berada di bagian belakang, dekat dengan rumah utama.
Bapak kosku, Om Bayu adalah seorang dosen senior di beberapa perguruan tinggi. Istrinya, Tante Sandra, Tante girang yang cukup menarik meski tidak terlalu cantik. Tingginya sekitar 160 cm dengan perawakan yang sedang, tidak kurus dan tidak gemuk.
Untuk ukuran seorang Tante girang dengan 2 anak, tubuh Tante Sandra cukup terawat dengan baik dan tampak awet muda meski sudah berusia di atas 40 tahun. Maklumlah, Tante Sandra rajin ikut kelas aerobik. Kedua anak mereka kuliah di luar negeri dan hanya pulang pada akhir tahun mengajar.
Karena kesibukannya sebagai dosen di beberapa perguruan tinggi, Om Bayu agak jarang di rumah. Tapi Tante Sandra cukup ramah dan sering mengajak kami ngobrol pada saat-saat luang sehingga Aku merasa pribadi betah tinggal di rumahnya. Mungkin karena agak cuek dan selalu sibuk dengan kuliahnya, Tante Sandra akhirnya lebih akrab denganku.
Aku sendiri sampai saat itu belum pernah berpikir untuk lebih jauh dari sekedar teman ngobrol dan curhat. Tapi rupanya tidak demikian dengan Tante Sandra.
“Piter, kamu masih ada kuliah hari ini?”, tanya Tante Sandra suatu hari.
“Enggak tante”
“Kalau begitu bisa anterin tante ke aerobik?”
“Oh, bisa jadi”
Baca Juga Cerita Dewasa Lainnya : Klik Disini !
NIKMATNYA GADIS BELIA YANG MASIH PERAWAN
Tante Sandra tampak seksi dengan pakaian aerobiknya, lekuk-lekuk tubuhnya terlihat dengan jelas. Kamipun meluncur menuju tempat aerobik dengan menggunakan Honda Jazz Putih milik Tante Sandra. Di sepanjang jalan Tante Sandra banyak yang mengeluh tentang Om Bayu yang semakin jarang ada di rumah.
“Om Bayu itu egois dan gila kerja, padahal gajinya sudah lebih dari cukup tapi terus saja menerima tawaran jadi dosen tamu dimana-mana”
“Yach, sabar aja tante.. itu semua khan demi tante dan anak-anak juga”, kataku mencoba menghibur.
“Ah..Piter, kalau orang sudah berumah tangga, kebutuhan itu bukan hanya materi, tapi juga yang lain. Dan itu yang sangat kurang didapat dari Om”.
Tiba-tiba tangan Tante Sandra menyentuh p*ha kiriku dengan lembut.
“Biarpun begini, tante juga seorang Tante girang yang butuh belaian seorang laki-laki tante masih membutuhkan itu dan sayangnya Om kurang peduli”.
Aku menoleh sejenak dan kulihat Tante Sandra melihatnya dengan tersenyum.
Tante Sandra terus mengelus-elus pahaku di sepanjang perjalanan. Aku tidak berani bertindak apa-apa kecuali, takut membuat Tante Sandra bengkok atau kurang terbuka. Keluar dari kelas aerobik sekitar jam 4 sore, Tante Sandra tampak segar dan bersemangat. Tubuhnya yang lembab karena keringat membuatnya tampak lebih seksi.
“Lex, waktu latihan tadi tadi punggung tante agak terkilir kamu bisa tolong pijitin tante khan?” katanya sambil menutup pintu mobil.
“Iya sedikit-sedikit bisa tante”, kataku sambil mengangguk.
Aku mulai merasa Tante Sandra menginginkan yang lebih jauh dari sekadar teman ngobrol dan curhat. Terus terang ini suatu pengalaman baru di suhu dingin dan aku tidak tahu bagaimana harus menyikapinya. Sepanjang jalan pulang kami tidak banyak bicara, kami sibuk dengan pikiran dan khayalan masing-masing tentang apa yang mungkin terjadi nanti.
Setelah sampai di rumah, Tante Sandra langsung mengajakku ke kamarnya. Dikuncinya pintu kamar dan kemudian Tante Sandra langsung mandi. Entah sengaja atau tidak, pintu kamar mandinya dibiarkan sedikit terbuka. Jelas Tante Sandra sudah memberiku lampu kuning untuk melakukan apapun yang diinginkan seorang laki-laki pada wanita.
Tetapi aku masih tidak tahu harus berbuat apa, aku hanya duduk diam di kursi meja rias.
“Piter sayang tolong ambilkan handuk dong” nada suara Tante Sandra mulai manja.
kuambil handuk dari gantungan dan disambut kusodorkan melalui pintu sambil berusaha untuk tidak melihat Tante Sandra secara langsung.
Sebenarnya ini tindakan cerdas, toh Tante Sandra sendiri sudah memberi tanda lalu kenapa aku masih malu-malu? Aku benar-benar salah tingkah. Tidak berapa lama kemudian Tante Sandra keluar dari kamar mandi dengan tubuh dililit handuk dari dada sampai paha.
Baru kali ini aku melihat Tante Sandra dalam keadaan seperti ini, aku mulai terangsang dan sedikit bengong. Tante Sandra hanya tersenyum melihat tingkah lakuku yang serba kikuk melihat keadaannya.
“Nah, sekarang kamu pijitin tante ya ini pakai body-lotion” katanya sambil berbaring tengkurap di tempat tidur.
Dibukanya lilitan handuknya sehingga hanya tertinggal Kutang dan Kanc*tnya saja. Aku mulai menuangkan body-lotion ke punggung Tante Sandra dan mulai memijit daerah punggung.
“Tante, bagian mana yang sakit” tanyaku berlagak polos.
“Semuanya sayang semuanya dari atas sampai ke bawah. Bagian depan juga sakit lho nanti Piter pijit ya” kata Tante Sandra sambil tersenyum nakal.
Aku terus memijit punggung Tante Sandra, sementara itu aku merasakan Kontol ku mulai membesar.
Aku sekarang berpikir saatnya mengundang Tante Sandra dengan aktif. Seumur kehidupan baru kali inilah aku berkesempatan menyetubuhi seorang Tante girang. Meskipun demikian dari film-film Bokep yang pernah kutonton sedikit banyak aku tahu apa yang harus kuperbuat dan yang paling penting ikuti saja mondar-mandir
“Tante sayang, tali kutang tante Sandra boleh kubuka?” kataku sambil mengelus pundaknya.
Tante Sandra memandang sambil tersenyum dan mengangguk. Aku tahu benar Tante Sandra sama sekali tidak sakit ataupun cedera, acara pijat ini hanya sarana untuk mengajakku Ngentot dengan tante Sandra.
Setelah tali pembungkus toket tante girang Sandra kubuka perlahan-lahan kuarahkan kedua disampaikan ke-arah Toketnya. Dengan hati-hati kuremas-remas Toket nya ahh lembut dan empuk. Tante Sandra bereaksi, ia mulai terangsang dan melihat matanya dengan sayu.
Kualihkan diterima ke bagian bawah, kuselipkan kedua diterima ke dalam celana dalamnya sambil pelan-pelan kuremas kedua toketnya selama beberapa saat. Tante Sandra dengan pasrah membiarkan aku menjelajahi tubuhnya. Kini mulai berani menjelajahi bagian di depannya sambil mengusap-usap area sekitar Memeknya dengan lembut.
Jantungku brdebar kencang, inilah pertamakalinya aku menyentuh Memek Tante girang dewasa Perlahan tapi pasti kupelorotkan celana dalam Tante Sandra. Kini tubuh Tante Sandra tertelungkup di tempat tidur tanpa selembar benangpun sungguh suatu pemandangan yang indah.
Aku kagum sekaligus terangsang. Ingin rasanya segera menancapkan batang Kontolku ke dalam lubang memek tante. Aku memejamkan mata dan mencoba bernapas perlahan untuk mengontrol emosiku. Seranganku berakhir, kuselipkan diantara kedua pahanya dan kurasakan jembut memek tante yang cukup lebat.
Jari tengahku mulai menjelajahi celah sempit dan basah yang ada di sana. Hangat sekali raanya. Kurasakan nafas Tante Sandra mulai berat, sepertinya dia makin terangsang oleh perbuatanku.
“Mmhh Piter kamu nakal ya” katanya.
“Tapi tante suka khan?”
“Mmhh.. terusin Lex, terusin tante suka sekali”.
Jariku terus bergerilya di belahan Memeknya yang terasa lembut seperti sutra, dan akhirnya ujung jariku mulai menyentuh daging yang berbentuk bulat seperti kacang tapi kenyal seperti moci Cianjur. Dengan gerakan memutar yang lembut kupermainkan klotorisnya dengan jariku dan diapun mulai menggelinjang keenakan.
Kurasakan tubuhnya sedikit bergetar tidak teratur. Sementara itu aku juga sudah semakin terangsang, dengan agak terburu-buru pakaiankupun kubuka satu-persatu hingga tidak ada selembar benangpun menutup tubuhku, sama seperti Tante Sandra. Kukecup leher Tante Sandra dan dengan perlahan kubalikkan tubuhnya.
Sesaat kupandangi keindahan tubuhnya yang seksi. Toketnya cukup berisi dan tampak kencang dengan putingnya yang berwarna kecoklatan memberi pesona keindahan tersendiri. Tubuhnya yang putih mulus dan nyaris tanpa lemak, sungguh-sungguh Tante Sandra pandai merawat tubuhnya.
Diantara kedua pahanya tampak bulu-bulu kemaluan yang agak basah, entah baru mandi atau karena cairan lain. Sementara itu bagian Memeknya samar-samar tampak di balik bulu-bulu tersebut. Aku tidak habis pikir bagaimana mungkin suami bisa sering meninggalkannya dan mengabaikan keindahan seperti ini.
Selanjutnya aku tidak mampu menceritakannya lagi, pasti pembaca semua sudah tau dan mampu ikut merasakan kenikmatan yang aku alami. Sejak saat itu kami sering melakukannya jika ada kesempatan. Sungguh pengalaman yang luar biasa yang pernah kualami selama kos dirumah tante Sandra.
TAMAT
