Wed. Apr 15th, 2026
AKU MELAKUKAN HUBUNGAN INTIM DENGAN TEMAN DEKAT KU DARI SMA
AKU MELAKUKAN HUBUNGAN INTIM DENGAN TEMAN DEKAT KU DARI SMA

AKU MELAKUKAN HUBUNGAN INTIM DENGAN TEMAN DEKAT KU DARI SMA

AKU MELAKUKAN HUBUNGAN INTIM DENGAN TEMAN DEKAT KU DARI SMA

AKU MELAKUKAN HUBUNGAN INTIM DENGAN TEMAN DEKAT KU DARI SMA CERITA DEWASA – Aku Jimmy 27 thn, tinggi badan 172cm dan berkulit putih. Cerita seks ini berawal dari tahun 2005 saat aq meneruskan semester akhir di sebuah universitas swasta terkenal di kota Jakarta., aq sendiri berasal dari kota semarang. Dan aku kost di Jakarta.

Aku punya sahabat bernama Vira dan dia sekampus denganku, kulit putih, rambut berwarna coklat tua dan tinggi badanya kurang lebih 155cm dan wajahnya pun polos. Kami bersahabat sejak duduk di bangku SMU. Dulu kami berempati orang ramah, Erik dan Dian , tapi ternyata dua sahabat kami lebih memilih melanjutkan kuliah di LN. jadi tinggalah Aku dan Vira yang bersahabat walapun kami masih tetap berhubungan dengan dua sahabat kami, baik melalui ym ataupun friendster. Terrkadang kalau mereka pulang ke jakarta kami sering nongkrong bareng sekedar melepas rindu dan bercerita tentang pengalaman kami.

Persahabatanku dengan Vira, murni hubungan seorang sahabat. Rupanya kami terlalu takut untuk menodai hubungan persahabatn kami dengan perasaan cinta. Sejak lulus dari bangku SMU kami sepakat untuk melanjutkan kuliah di Jakarta, di universitas dan jurusan yg sama. Tempat kots kami pun terbilang cukup dekat, hanya berjalan 5 menit.

Selama kami kuliah, Aku sempat berpacaran satu kali dengan Nina, namun hubunganku dengan Nina tidak berjalan lama hanya berjalan setengah tahun. Dan hubunganku dengan Nina putus karena hubunganku dengan Vira terlalu dekat, tampaknya Nina cemburu. Aku sempat shock di putus asa oleh Nina tetatpi Vira selalu membantuku untuk keluar dari situasi sulit tersebut. Vira Benar-benar sahabat sejati yg selalu ada di setiap Aku mengalami kesulitan.

Banyak yang mengira Aku dan Vira pacar kerena kedekatan kami, tapi kami hanya tertawa saja karena memang tidak ada perasaan itu. Kami setiap sabtu malam minggu sering menghabiskan waktu berdua entah itu nonton, makan malam atau belajar bersama.

Awal tahun 2005 kami menerima kabar bahwa teman kami Erik dan Dian pada pertengahan bulan akan liburan ke Jakarta. Dan kami berempat berencana untuk liburan ke bali. Sungguh momen yang sangat aku tunggu-tunggu.

Saat itu pun semakin mendekat, kami bersemangat menyiapkan segala sesuatunya. Tapi rencana tinggalah rencana, satu minggu sebelum hari H, Erik membatalkan niat pulang ke jakarta karena dia baru ada masalah di sana. Dian pun batal karena masih ada jadwal ujian. Akhirnya Aku dan Vira pun berpikir bagaimana caranya mengisi waktu liburan yang kosong tersebut karena kami sudah membatalkan semua rencana dengan teman-teman demi rencana ini.

Sehari sebelum hari H Aku bermain ke tempat kost Vira, seperti biasa kami berbincang-bincang dan kecewa pembatalan ini. Tapi Aku punya inisiatif untuk jalan-jalan ke bandung tapi pulang sakit. Vira mulanya pun ragu karena bingung mau pergi kemana dan akhirnya kami sepakat untuk pergi ke lembang. Kami ingin menikmati sejuknya udara kota Bandung. Akhirya setelah sepakat Aku pun bali ke tempat kosku untuk mempersiapkan segala sesuatunya. Kemudian kami berjanji untuk pergi ke mini market dekat kost kami untuk membeli minuman dan makanan ringan.

Kesokan harinya Aku sudah bangun jam lima pagi, kemudian aku menelpon Vira. Lama sekali tak ada jawaban, akhirnya telepon kedua di jawab.

“Haloo, maaf Jimm.. Aku baru bangun nih..” katanya.

“Vir, jadi berangkat nggak nih? ini udah hampir jam 6 lho, nanti kita kesingan” tanyaku.

“Jelas jadi dong, tapi aku belum mandi, bentar ya aku mandi dulu. Kamu nanti kalau ke kost langsung masuk aja, pintunya ngga aku kunci, sekalian kamu masukin barang-barang aku ke mobil kamu” suruhnya.

“Oke! gak pakai lama ya” jawabku singkat.

Tak lama kemudian aku sudah parkir di depan kost Vira dan aku langsung masuk ke kamarnya. Ternyata Vira belum menyelesaikan mandi dan aku dengan cepat memsukkan barang-barang Vira ke mobil Yaris merahku. Kemudian aku berteriak dari luar kamar mandi.

“Vir aku tunggu di mobil ya,, buruan nggak pakai lama” teriakku.

“Oke, bentar lagi selesai kok” sahutnya

10 menit kemudian Vira keluar dari kostnya dengan celana pendek hitam dan kaos bergambar super girl, kebetulan kita emang janjian buat pakai baju kembar yg kita beli di salah satu mall di jakarta, bedanya aku super boy. Biar keliatan kompak aja. Karena kami memang sering membeli pakaian kembar.

“Maaf ya Jim, jadi lama nunggu, aku tadi pagi ngantuk banget” katanya.

“Santai aja sob, yg penting kita bisa jalan-jalan” jawabku

Sepanjang jalan kami berbincang-bincang tentang kegiatan kampus. sambil mendengarkan lagu I’m your Angel-nya Celine Dion feat R. Kelly.

Vira benar-benar sahabat yg baik. Kami saling menghibur dan saling mengisi. Dan anehnya kita sama sekali tidak pernah membicarakan perasaan kami masing-masing. Hanya saja aku sering khawatir jika Vira sakit atau terjadi kenapa-napa dan begitu pula sebaliknya.

Benar-benar persahabatan yang tulus dan aku sungguh takut untuk menodainya dengan perasaan cinta. Takut dia pergi meninggalkanku. Takut dia berpikir bahwa aku menghianati persahabatan kita.

Kupacu laju mobilku tidak terlalu cepat juga tidak terlalu pelan. Karena aku berusaha menikmati perjalan ini. Hanya sekitar 3 jam saya sudah memasuki kota Bandung.

Setelah kami memasuki kota bandung kami mencari restoran untuk sarapan kami. Setelah sarapan kami coba memsauki Factory Outlet, dari Factory Outlet satu ke Factory Outlet yg lainya. Milih baju dan akhirnya kami membeli sepasang baju kembar lagi. Tak terasa waktu sudah menujukan pukul lima sore, perut kami jugah sudah mulai lapar lagi.

“Vira, cari makan yuk… aku laper nih… kita jangan terlalu sakit ke lembangnya” ajakku.

“Maaf, aku nggak ngeliat selai… keasikkan belanja sih hehe…” katanya sambil tertawa.

Kemudian kami meluncur kearah atas bandung. Sekitar jam enam kita sudah sampai. Kami menikmati hidangan di depan kami minum cappuccino hangat. Kebetulan kami mempunyai selera yg sama di hal minuman, sama-sama penyuka cappuccino. aku melihat jam ternyata sudah jam setengah sembilan malam. Kami keasikan ngobrol dan tak terasa 2,5 jam telah berlalu.

Baca Juga Cerita Dewasa Lainnya : Klik Disini !
MESUM DENGAN IBU KOST AKHIRNYA TERKABULKAN

Saat itu hujan turun dengan sangat lebat sekali. Kami hampir sejam ternyata hujan tak kunjung datang reda. Akhirnya dengan meminjam payung kita berhasil sampai ke mobil dan waktu sudah menunjukkan pukul 21:45. Dan akhirnya kami meninggalkan restoran tersebut. Tak lama kemudian aku merasakan hal yg aneh pada mobilku, mobil terasa oleng dan aq berpikir melarang mobilku ada yg kempes.

Lalu di tengah guyuran hujan yg lebat, kami berdua turun dari mobil untuk mengecek ban mobilku, tentu saja Vira memayungiku. Ternyata dugaanku benar bahwa ban depan kananku kempes, mungkin terkena paku. Tdk mungkin untuk mengganti ban dalam keadaan cuaca seperti ini. Kemudian kami berdua kembali masuk ke mobil.

“Vir, ban mobil kempse nih, aku ganti dulu ya, kamu tunngu aja di mobil”

“Kamu gila ya? Hujan kayak gini kamu mau ganti ban? Nanti kamu sakit lagi pula bahaya malam-malam gini ganti ban”

“Kalau nggak di ganti kita nggak bisa pulang Vir, mau nunggu hujannya reda? tambah kemaleman lagi”

“Pokoknya aku nggak setuju kamu ganti ban sekarang, mending jalanin deh mobilnya”

Aku nurut aja apa yg disebut Vira dan kemudian menjalankan mobil pelan-pelan.

“Vir, aq punya ide tapi aq nggak yakin kamu sejuju sama ideku”

“Apa sih ide kamu Jimm?”

“Gimana kalau kita cari tempat penginapan, kita nginep semalem di sini, besok pagi kita pulang, kecuali kalau kamu ijinin aku ganti ban mobil sekarang”

Sejenak Vira berpikir dan menjawab

“Ya sudah kita cari tempat penginapan terdekat di sini daripada kamu kehujanan dan sakit, itu lagi nggak ngerepotin aku lagi”

Beberpa saat kemudian kami menemukan sebuah penginapan dan saya langsung membelokkan mobilku ke penginapan tersebut. Ternyata hujan pun semakin lebat disertai angin kencang dan di seli kilatan petir. Dengan payung tak teralu besar kami berdua masuk ke lobi untuk chek in. Waktu kami masuk lobi beberapa orang sempat melihat kami karena 3/4 baju kami basah akibat hujan angin yg besar. Kemudian aku ke resepsi.

“Mbak, aku pesen kamar single bed dua”

“Maaf mas, yang tersisa hanya kamar double bed satu”

Kemudian aku bertanya pada Vira,

“Gimana? kamarnya tinggal itu, mau nggak?

“Nggak ada pilihan lain kan? ya udah itu aja gak papa” jawabnya

Kami pun segera menuju kamar tersebut. Kamar tersebut hanya terdapat satu tempat tidur berukuran doble, dan kamar mandi dengan shower panas dingin. Kemudian kami mandi seacara bergantian. Aku hanya mengenakan celana boxer dan kaos yg kami beli di factory outlet. Sedangkan Vira mengenakan baju kaos lengan keuntungan dan celana pendek. Tubuh terasa lelah sekali.

“Vir, kok kamu memutuskan nginep dan tidur sama aq?

“Aku cuman gak mau liat kamu sakit aja, kalau kamu sakit nanti aku juga yang repot, siapa yg beliin obat? siapa yg nganterin kamu ke dokter? lagi pula kita temenan udah lama banget, kamu tau siapa aku dan aku tau siapa kamu hehe..”

“Btw makasih ya udah jadi sahabat aku, aku seneng banget punya sahabat kayak kamu Vir, aku nggak mau kehilangan kamu Vir” lalu aku memeluk Vira.

Dengan sedikit bingung Vira pelaku menyambutkanku dan sambil bertanya.

“Maksud kamu nggak mau kehilangan aku apa Jim? emang aku mau kemana? aku kan nggak kemana-mana”

“Aku baru sadar bahwa selama ini yang aku rasain ke kamu bukan perasaan sebagai sahabat tapi lebih, aku sayang banget sama kamu Vir, aku nggak mau kamu ninggalin aku dan maried sama orang lain. Terrnyata selama ini aku sudah berbohong sama perasaan aku dan aku takut kalau aku ngomong ke kamu, semuanya akan berubah. Dan aku takut kamu ninggalin aku”

Sambil menatap tajam ke dalam mataku dia berkata,

“Jimm, aku nggak akan pernah ninggalin kamu, aku janji karena aku juga cinta kamu”

aku melihat wajah cantik Vira mengeluarkan airmata dan tak lama kemudian aku berusaha mengangkat dagunya dan mulai mencium bibirnya. Dengan lembut aku mencium ciuman dan ini merupakan ciuman pertama Vira karena Vira belum pernah pacaran sebelumnya. Dan memikirkan ini untuk kedua kalinya karena sebelumnya aku pernah berciuman dengan mantan pacarku.

Cukup lama kami saling berciuman kemudian aku mulai memegang toket Vira, tak terlalu besar dan tak terlalu kecil. aku meremas-remasnya dengan lembut. Vira mulai mendesah, perlahan aku angkat kaosnya dan dia menurut saja. Terlihat toket mulus dan puting berwarna merah muda, ternyata Vira sudah tak mengenakan BH setelah mandi, mungkin karena BH nya basah. Dan dengan cepat aku turunkan celana dan CD nya. Terlihat memeknya dengan bulu-bulu yg tertata rapi.

Aku mulai mencumbunya dari leher, menjilati telinga kemudian turun ke arah toketnya. Vira mulai mnegeluarkan desahan-desahan kecil. aku menjilat puting susunya, dan sesekali kugigit kecil putingnya. Vira mulai meracau. Aku turun kebawah dan mulai memainkan memek dan kulitnya. Ternyata kulitnya sudah basah, sepertinya Vira sudah mulai terangsang.

Dengan lembut kujilati kulitnya hingga akhirnya dia meremas kepalaku dan keluar cairan hangat. Wangi sekali memek Vira, sepertinya Vira sangat merawat kebersihan memeknya. Aku langsung melepas pakaianku hingga telanjang bulat, Vira tampak sedikit terkejut melihat batang tititku yang berukuran sedang. Aku menyuruhnya mengocok lembut dan menjilati batang tititku. Mulanya dia tampak jelek tapi lama-lama sudah biasa. Dia menjilati dan menghisap batang tititku dengan lembut sekali. Tak lama kemudian aku mengarahkan batang tititku ke lubang memeknya. Aku menatap dengan tajam dan dia hanya melihatku dan memejamkan mata. Saya tidak tahu apakah itu tanda setuju atau tidak tetapi dia tidak melakukan penolakkan.

Aku mulai memasukkan batang tititku ke lubang memeknya secara perlahan-lahan, dia sedikit menahan sakit kemudian aku berhenti sejenak lalu aku coba masuk lagi batang tititku hingga akhirnya masuk, darah keperawanannya mulai keluar dri memeknya. Kemudian aku mulai mengocok pelan-pelan lubang memeknya, Vira tampak menahan sakit tapi menikmati. Sekitar hampir 20 menit kami melakukan itu hingga akhirnya aku sudah mulai merasa ingin mencapai orgasme dan sempat bertanya ke Vira apakah dikeluarkan di dalam atau di luar dan Vira bilang di dalam saja. Tak lama kemudian lendir kenikmatanku pun keluar memenuhi lubang memek Vira.

Sesaat kemudian kami tergolek lemah di kasur dan membayangkan apa yang telah kami lakukan. Kami saling diam tanpa kata. Aku coba menoleh ke Vira dan dia mengeluarkan air matanya. Aku memulai pembicaraan.

“Vira, maafkan aku…tdk seharusnya aku ngelakuin ini ke kamu.. aq khilaf”

“Bukan… bukan salah kamu… tidak perlu minta maaf” sambil mengusap air matanya.

“Vir, aku berjanji akan menikahimu, kamu mau jadi istriku?” tanyaku.

Sambil tersenyum, dia berkata,

“Jimm, kamu cowok yg baik. Kamu selalu ada buat aku disaat aku butuh kamu. Kamu mengerti bagaimana memperlakukan aku. Aku sebenernya sedih waktu liat kamu jadian sama Nina, tapi aku pengen liat kamu bahagia. Kamu cowok sempurna di mataku, tidak ada alasan buat bilang ke kamu. Aku sayang kamu, aku mau jadi istri kamu jimm”

Setelah kejadian itu kami akhirnya berpacaran dan semakin sering melakukan. Akhir tahun 2005 kami wisuda. Dan aku bekerja di perusahaan otomotif multinasional sedangkan Vira bekerja di salah satu bank terbesar di indonesia. Pada awal 2009 kami berdua memutuskan untuk menikah. Dan sekarang kami sudah dikaruniai seorang anak perempuan yg cantik bernama Cintya

Ini sedikit cerita tentang kehidupanku dan aku sangat bahagia bisa menikah dengan Vira.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *